Keutamaan menjadi non-native English speaker (bukan penutur asli bahasa Inggris)
Akhir-akhir ini saya mulai merasa sedikit “kesulitan” mencari bahan tulisan untuk diposting di blog ini. Sebetulnya hal ini sudah saya antisipasi dengan menyediakan layanan “Usulan Postingan”, namun masih sedikit pembaca yang memanfaatkan fitur tersebut. Beberapa usulan yang dimasukkan pun sudah ada dalam blog ini sehingga timpang tindih, atau memang tidak layak untuk diterbitkan. Karena sulitnya mencari bahan tulisan yang merupakan materi pelajaran, maka dalam postingan kali ini saya akan menulis di luar materi pelajaran, namun jangan khawatir karena tentu masih relevan dengan bahasa Inggris.
Dunia telah menyepakati bahasa Inggris menjadi bahasa Internasional, bahasa komunikasi dan teknologi. Oleh karena itu, sebagian dari mereka yang bukan merupakan penutur asli bahasa Inggris (termasuk saya dan pembaca juga) merasa tidak diuntungkan karena mau tidak mau kita harus belajar bahasa Inggris jika tidak ingin ketinggalan kereta dan ketinggalan informasi. Namun tahukah Anda bahwa justru mereka para penutur asli yang merasa dirugikan dengan keadaan ini. Bagaimana bisa? Mari kita simak!
Sekarang ini seolah-olah kita melihat bahwa setiap orang belajar bahasa Inggris dan sudah bukan hal yang aneh lagi ketika ada dua orang berkebangsaan berbeda, dengan bahasa berbeda, berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Dengan cepat bahasa Inggris akan menjadi bahasa kedua semua bangsa di seluruh Dunia. Memang tidak dapat dipastikan berapa lama proses itu akan berlangsung tetapi tidak diragukan bahwa cepat atau lambat itu akan terjadi dan tentu saja akan lebih cepat.
Pertama-tama, bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan di seluruh dunia. Dan menurut Prof. McKenzie (seorang ahli Linguistik), pada tahun 2010 sekitar dua milyar penduduk (yakni sekitar sepertiga populasi dunia) akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua mereka.
Lalu apa sebenarnya arti dari tren ini terhadap para penutur asli bahasa Inggris? Tentu mereka akan menjadi kelompok minoritas. Jika perhitungan ini benar, dalam jangka 10 tahun kebanyakan penutur bahasa Inggris (yakni bukan penutur asli) akan melebihi jumlah penutur asli dengan perbandingan 4 banding 1. Bahasa Inggris yang menjadi penting bukan lagi bahasa Inggris British dan bahasa Inggris Amerika tetapi bahasa Inggris asli dan bahasa Inggris mayoritas. Dengan demikian para penutur asli akan menjadi cacat. Mereka akan menjadi satu-satunya orang di dunia yang hanya bisa menggunakan 1 bahasa. Karena para penutur asli tentu akan berpikir dua kali jika harus mempelajari bahasa negara lain sebagai bahasa kedua. Dengan demikian mereka akan merasa dirugikan dan kita akan diuntungkan karena selain bahasa Inggris kita juga memiliki bahasa Ibu. Kita akan menguasai sekurang-kurangnya 2 bahasa.
Nah, disinilah keutamaan kita sebagai bukan penutur asli bahasa Inggris. Tuntutan zaman dan perkembangan IPTEK seolah-olah menuntut dan mewajibkan kita untuk mempelajari dan menguasai bahasa Inggris sehingga proses belajar ini kita rasakan sebagai sebuah proses yang berlangsung natural saja. Tanpa terasa kita akan mampu menggunakan bahasa Inggris disamping bahasa Ibu yang kita gunakan sebagai bahasa utama, sedangkan para penutur asli hanya bisa menggunakan 1 bahasa saja karena penutur asli bahasa Inggris tentu akan berpikir dua kali jika harus mempelajari bahasa ke-dua, seperti bahasa Indonesia misalnya.
| Sponsor: |





Thanks sobat atas informasiny… mudah2n… sy bisa itiqomah blajar bhs inggris.. walaupun msh otodidak..sukses buat anda…
kak masdin… adami 1 PR ku di blogku yang blog detik… bisamikah kudaftarkan itu???